Kebahagiaan Sejati

Kebahagiaan sejati adalah meraih keridhaan Allah. Kebahagiaan bukanlah sekadar pemenuhan nafsu dan kebutuhan manusia. Sebab, pemuasan segala macam kebutuhan, baik kebutuhan jasmani maupun dorongan naluri, hanyalah sarana untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia. Namun, keberadaannya tidak serta-merta menghadirkan kebahagiaan.

-Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani-


Perkataan Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani di atas patut kita refleksikan pada kehidupan. Ada sebagian dari kita yang mencari kebahagiaan dengan menurutu segala nafsu dan kebutuhan. Rumah mewah, mobil mewah, hiburan ke tempat wisata, makan-makanan lezat, dan seterusnya. Dalam pikirannya semua yang dilakukan akan mendatangkan kebahagiaan. Ternyata salah besar. Semua hanya menghadirkan kesenangan bukan kebahagiaan. Itu pun bersifat sementara.

Kesenangan semu yang hanya bisa dirasakan sesaat. Hal tersebut hanya akan menimbulkan kelelahan saja. Karena saat hal itu selesai atau hilang, jiwa kembali kering dan kosong. Tak ada lagi rasa senang dalam dirinya. Begitulah gambaran kesenangan sementara yang tujuannya hanya pemenuhan nafsu belaka.

Maka kebahagiaan sejati merupakan hal yang didambakan setiap manusia. Banyak yang mencari. Tapi tak sedikit yang salah arti. Dikiranya berkaitan dengan materi, padahal bukan soal itu. Kebahagiaan sejati ternyata datang dari Allah, Sang Pemberi Kebahagiaan. Singkatnya, jika kita mampu mengikuti jalan yang membuat Allah ridho dengan kita, maka bahagialah yang mendatangi kita. Misalnya Allah akan ridho pada kita yang rajin sedekah, percayalah setelah bersedekah jiwa akan terasan tenang dan bahagia.

Bahkan saat melakukan aktivitas memberi (sedekah), Allah sudah menurunkan rasa bahagia pada hati kita. Saat mampu memberikan kebahagiaan pada orang yang membutuhkan, pada saat yang sama pula, kita merasakan kebahagiaan yang hakiki. Begitulah kira-kira pemisalannya.

Belum lagi dengan kita bisa sholat 5 waktu, sholat sunnah, tilawah Al Quran, shaum sunnah, dan lain sebagainya. Kesemuanya akan membuat hati kita bahagia.

Semoga kita mampu memaknai kebahagiaan sejati dengan sebenar-benarnya. Aamiin

Share on Google Plus

About Muhamad Saepudin

Saya hanyalah seorang penikmat blog dan pembelajar kehidupan. Semoga pembelajaran kehidupanku bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat membaca dan belajar dari kehidupan.

0 comments: