Belajar dari Nyamuk, Pohon Pisang, dan Sahabat

Belajar dari Nyamuk....!!!

Tahukah engkau kawan?!!Sebetulnya nyamuk yang banyak berserakan(kayak sampah aja...) maksudnya beterbangan di sekitar rumah-rumah kita adalah nyamuk betina. Nyamuk betina yang sedang mencari makanan. Yupz betul..makanannya DARAH. Jadi kemana nyamuk jantannya??nyamuk jantan makanannya berupa sisa-sisa dari pohon-pohon yang sudah agak lapuk, kulit/serpihan kayu,makanya nggak salah kalau kita main ke hutan bambu bakalan banyak nyamuk...dan dia jenis kelaminnya jantan. Balik lagi ke nyamuk betina. Si nyamuk betina ini umurnya adalah 21 hari sampai dia ngelahirin atau bereproduksi, dan untuk memperlancar atau supaya sukses regenerasinya maka butuh banyak banget zat protein makanya dia ngisep banyak darah. Resiko dia sangat besar kawan karena kalau kita dalam jarak 20 cm, atau mungkin lebih dekat or jauh kita berusaha untuk membunuh si nyamuk itu(bener kan?!!). Nah itu dia resikonya. MATI. Tapi supaya spesies dia tetap ada or nggak punah maka dia rela berkorban meskipun tarohannya mati. Itu dia kata hikmah yg bisa kita ambil, rela berkorban sebesar dan seberat apa pun tantangan dan resikonya untuk sebuah kebajikan dan kesuksesan.

Belajar dari Pohon Pisang...!!!
Cerita pohon pisang ini hampir sama dan agak mirip dikit sama carita nyamuk di atas. Sebatang pohon pisang nggak akan mati sebelum dia menghasilkan buah(buah pisang pastinya...!!)DIa akan berusaha semaksimal mungkin untuk tetap berbuah, dan nggak akan mati sebelum dia bisa memberikan sesuatu untuk manusia aitu buah pisang. Dan saat dia ditebas atau dipangkas tapi belum berbuah, dia akan tumbuh lagi batangnya dari bekas tebasan dan kemudian berbuah. Kalau beberapa kali dicoba dipangkas, maka dia akan terus seperti itu sampai dia berbuah. SURVIVE dan KONTRIBUSI. Ya itu kata hikmah yg bisa kita ambil...Hmmm Subhanallah..

Belajar dari Sahabat...!!!
Ada seorang kakek-kakek yang sudah tua renta. Saat menjelang perang, dia menawarkan diri untuk ikut berperang, berjihad di medan perang. Padahal secara fisik dia sudah tidak memungkinkan lagi untuk ikut berperang. Tapi dia ngotot ingin tetap ikut walaupun sudah dilarang ikut oleh sahabat yang lain. Lalu saat ditanya, dia berkata," Aku ingin memberikan tambahan jumlah yg lebih banyak dengan adanya aku disana. Berarti ada satu orang yaitu aku yang menjadi penambah banyaknya pasukan kaum muslimin. Dan saat perang nanti ketika kaum kafir melihat jumlah kita, jumlahnya sangat banyak dan aku ingin punya andil disitu bersama Rasulullah dan para sahabat. Subhanallah. Keterbatasan kondisi tidak membuat lemah dalam memberikan kontribusi kepada jama'ah/organisasi/kelompok atau apapun itu.
Jadi dari ketiga cerita di atas, kita banyak belajar tentang arti berkorban (tadhiyyah), kontribusi, pantang menyerah, dan sungguh-sungguh. Semoga kita menjadi orang yang terus belajar dari makhluk-makhluk Allah yang sangat banyak bahkan tidak cukup dikatakan sangat banyak...Wallahu a'lam bishowab

Share on Google Plus

About Muhamad Saefudin

Saya hanyalah seorang penikmat blog dan pembelajar kehidupan. Semoga pembelajaran kehidupanku bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat membaca dan belajar dari kehidupan.

0 comments:

//* Autolink *//