Refleksi Belajar Engine

Zaman ini sudah masuk sangat jauh dalam kemajuan teknologi. Setiap sisi kehidupan ini bahkan selalu ada campur tangan makhluk 'teknologi'. Lebih mudah? Ya. Lalu apakah persoalan hidup jadi selesai? Bisa ya, bisa tidak. Mungkin bisa selesai lebih cepat, untuk urusan yang bersifat teknis. Ingat, persoalan hidup lebih mendasar banyak yang bersifat non-fisik atau berada pada wilayah emosional, kejiwaan, dan semacamnya. Faktornya mungkin berkaitan dengan materi secara fisik. Tapi sensornya menerima sinyal problem tersebut adalah hati dan fikiran.

Sedikit share bagaimana kita bisa mereflesikan diri dari sebuah teknologi, untuk kemudian mengambil pelajaran menjadi nilai spiritual dan emosional.

Saat penulis belajar tentang "Intermediate Engine System", salah satu hal yang dipelajari adalah "Troubleshooting". Sederhananya ia merupakan sebuah metode/upaya untuk mencari sebuah problem pada engine/unit yang menyebabkan unit tersebut tidak bisa running. Dan kemudian dilakukan perbaikan hingga engine/unit tersebut bisa running. Ya, sederhananya bagian dari service istilah lainnya.

Saat pekerjaan perbaikan tersebut, harus ada panduan untuk menelusuri problem/penyebab engine tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Namanya Service Manual. Dengan buku ini, problem bisa dipecahkan dan dipastikan bahwa ia faktor penyebab utama dari awal identifikasi permasalahan. Terus, jika tidak ada Service Manual gmana? Bisa selesai problemnya? Mungkin bisa dipecahkan, tapi akan memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan jika menggunakan Service Manual. Selain itu akan menguras lebih banyak waktu, pikiran, dan tenaga.

Nah. Kita coba refleksikan pada diri kita deh. Saat kita punya masalah dengan hidup kita, apa yang harus kita buka lagi? Saat diri kita seakan-akan seperti zombi, berjalan namun gak ada yang menjadi tujuan. Hidup tapi tidak tahu goal-nya apa. Mungkin, kita harus sedikit mencari penyebab tidak running-nya fungsi kita sebagai manusia. Bukankah sebuah engine dibuat manusia ada tujuannya? Tujuannya untuk membantu mempermudah pekerjaan manusia, secara umum begitu. 

Lalu, manusia? Diciptakan Allah ada tujuannya? Jelas ada! Mari lihat di Al-quran dan Hadits. Manusia diciptakan untuk tujuan "beribadah kepada Allah". Maka, kalau kita tidak berfungsi sebagaimana tujuan awal diciptakan, kita harus dilakukan "Troubleshooting" agar persoalan yang ada pada diri kita teridentifikasi. Istilah kerennya mah muhasabah, (wuiihh so ustadz gue,huehehe). Gapapa lah, daripada so kafir, hmmm hmm, hihihi. 

Kalau engine diidentifikasi pakai Service Manual, lantas manusia pakai apa? Pakai Al-Quran dan Hadits. Ibaratnya itulah panduan bagi kita untuk melihat potret kondisi kita.  Lho kenapa? Karena sudah sangat jelas Rasulullah mengingatkan ummatnya (kita) agar memegang Alquran dan Hadits sebagai panduan hidup (Al-Huda). Setiap persoalan kehidupan ada dalam Al-Quran, beserta dengan obatnya. Didalamnya terangkum seluruh problem yang menyebabkan iman manusia tidak running. Tergambar kondisi hati yang mungkin tidak dalam kondisi bersih. 

Jika tidak dengan Al-Quran, apakah bisa selesai persoalan hidup? Bisa, namun arah hidup menjadi tidak jelas dan tidak terarah. Maka hanya dengan membuka Al Quran dan Hadits-lah kita bisa menghadapi setiap episode perjalanan hidup ini. Wassalam.


#Disela-sela mengikuti "Training Intermediate Engine System"

Cileungsi, 20 Agustus 2014





Share on Google Plus

About Muhamad Saefudin

Saya hanyalah seorang penikmat blog dan pembelajar kehidupan. Semoga pembelajaran kehidupanku bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat membaca dan belajar dari kehidupan.

0 comments:

//* Autolink *//