Adab dalam Berinfak

[Saturday Coffee Morning Masjid Raya Telaga Kahuripan]
Sabtu, 28 Jan 2017 Ba'da Shubuh
Judul : Adab Berinfak
Sumber rujukan : Al Baqarah : 261-265

Sabtu pagi di perumahan Telaga Kahuripan, khususnya di Masjid Raya Telaga Kahuripan biasa digelar pengajian pagi yang dikenal dengan "Saturday Coffee Morning". Biar lebih keren dan kekinian namanya. Saya coba paparkan ulang materi yang disampaian oleh ustadz ..... (maaf lupa nama ustadznya,eehehe). Beliau masih satu perumahan di Telaga Kahuripan.
adab, infak, pengajian, sedekah, zakat
sumber gambar : dawudfaraday.blogspot.com

Berikut poin-poinnya.

Pada Surat Al Baqarah ayat 261, difirmankan oleh Allah tentang ganjaran atau pahala bagi yg menginfakkan hartanya di jalan Alla (fisabilillah).

(Al-Baqarah):261 - Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Pada ayat 261, Allah menjelaskan dengan sangat indah dan manis. Yakni orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah akan diganjar berupa 1 butir benih dan menumbuhkan 7 bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Kenapa dikatakan indah dan manis? Karena Allah tidak secara langsung menyebut, "700 pahala...". Namun memakai kata "1 butir benih yang menumbuhkan tujuh bulir".



Setelah kita tahu perintah Allah tentang infak, sudah menjadi keharusan untuk tahu adab-adab dalam berinfak. Karena jika salah dalam adabnya, amalan infak kita akan sia-sia.

Adab Berinfak

Beberapa adab berinfak, bahkan sebagian ulama menyebutnya syarat berinfak, yang disebutkan dlm Al Baqarah 262 adalah :
1. Tidak menyebut-nyebut harta yang diinfakkan. Dalam kalimatnya memakai kata "tsumma" yg menunjukkan bisa diungkit beberapa tahun setelah menginfakkan suatu harta. Bahkan bisa jadi diungkit setelah puluhan tahun. Misalnya : "...masjid ini gak akan berdiri jika sy tdk nyumbang", dsb.
Berbeda dgn makna kata "fa" yg menunjukkan akibat setelah suatu kejadian berlangsung sehingga dari segi waktu sangat pendek.
2. Tidak menyakiti perasaan si penerima. Saat berinfak, kita dilarang menyakiti hari atau perasaan di penerima. Cara yg bisa menyakiti penerima bisa dengan perkataan yang tidak mengenakkan saat memberi, bisa dengan menunjukkan raut wajah atau mimik muka yang terkesan merendahkan, menunjukkan gelagat seperti merendahkan dll.

(Al-Baqarah):262 - Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Jika tidak memungkinkan memberi (baca: tidak mau, tidak bisa) kepada peminta sumbangan, pengemis, dan lain sebagainya. Adapun adabnya ada pada surat Al Baqarah ayat 263.
1. Perkataan yang baik. Berkatalah yang baik dan santun saat tidak bisa memberi kepada si peminta sumbangan atau pengemis atau lain sebagainya.
2. Pemberian maaf. Jika cara pengemis tidak sopan, maka berilah maaf pada mereka, daripada memaksakan memberi namun menyakitinya, dengan maksud membalas karena caranya yang tidak sopan. Kadang kita bisa dibuat jengkel saat cara pengamen yang memaksa kita untuk mengeluarkan koin dari kantong. Biasanya terjadi di bus umum atau angkot. Ternyata Allah memerintahkan kita untuk memberikan maaf atas perbuatan mereka.

Pada akhir ayat 263, Allah menutupnya dengan kalimat "Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun". Menandakan bahwa saat kita memberi uang atau harta, ini bukan karena kita kaya sehingga bisa memberi. Hakikatnya harta kita adalah titipan dari-Nya, sehingga jangan pernah merasa kaya ketika mempu memberikan sesuatu bagi orang lain. Dan Allah pun menyatakan Maha Penyantun, sehingga sangatlah sombong jika kita merasa mampu memberi karena harta yang dimiliki dengan cara yang tidak santun. Padahal Allah yang Maha Kaya saja, Dzat yang Maha Penyantun. Lalu, kita yang baru dititipi olehNya harta mau berlaku tidak santun pada orang lain?

(Al-Baqarah):263 - Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

Perumpamaan orang-orang beriman yang berinfak dengan menyebut-nyebut dan menyakiti penerima seperti orang yg riya.

(Al-Baqarah):264 - Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya karena mencari keridhaan Allah.

(Al-Baqarah):265 - Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

Semoga kita diberikan harta yg banyak lg berkah dan dimampukan olehNya utk menginfakkan harta di jalan Allah.

"Infak sejuta tetapi ikhlas lebih baik daripada infak seribu tapi gak ikhlas...udah gitu uangnya lecek lagi.... hehehe"
Share on Google Plus

About Muhamad Saefudin

Saya hanyalah seorang penikmat blog dan pembelajar kehidupan. Semoga pembelajaran kehidupanku bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat membaca dan belajar dari kehidupan.

0 comments:

//* Autolink *//