Salah satu lokasi langganan kecelakaan

Hari ini tanggal 30 April 2017 sekitar jam 10.30 tersebar berita melalui whatsapp bahwa telah terjadi kecelakaan lalu lintas di daerah Ciloto, Cianjur, Jawa Barat. Menewaskan sekitar 11 orang (update terakhir jam 12.00 WIB). Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Liburan panjang yang menelan korban lagi. 

Setelah di pekan sebelumnya, pada momen yang sama, libur panjang tgl 22-24 April, terjadi kecelakaan beruntun pada tanggal 23 Aprilnya di daerah Megamendung, Puncak. Sekitar 3 orang meninggal akibat kecelakaan itu. Penyebabnya bis yang datang dari arah Bandung diduga remnya blong, sehingga menyeruduk kendaraan yang datang dari arah bawah (Jakarta menuju Bandung).

Ya Allah, sedih banget dengernya. Tapi ya pada akhirnya kembali pada satu hal, "kalau Allah sudah berkehendak, nggak ada yang bisa menolak. Nggak ada yang bisa memundurkan atau memajukan peristiwa. Karena Allah Maha Kuasa dan Maha Berkehendak".

Saya langsung mengingat-ngingat kejadian yang pernah saya alami waktu kecil. Kalau nggak salah sewaktu SD, cuma lupa kelas berapa. Ceritanya saya dan uwa (kakak ibu) berangkat naik bis dari terminal Ciakar, Sumedang menuju kota Bogor. Untuk ketemu ibu. Bis yang kami tumpangi adalah bis Budiman.

Perjalanan dari terminal sampai kota Cianjur berjalan lancar. Tidak ada hambatan sama sekali. Namun tiba-tiba saya terkaget dengan suara uwa yang teriak cukup keras, "Allahu akbar!". Dalam hati saya langsung bertanya-tanya, ada apaan ini. Asap mengepul dari arah mobil sebelah kanan. Jagung berserakan di tikungan jalan yang baru saja kami lewati.

Tak lama penumpang seisi bus mendadak ramai. Makin bertambah deg-degan jantung saya. Takut dan was-was hati saya dibuatnya. Rupanya mobil yang kami tumpangi berusaha menghindar ke samping kiri dan menge-rem mendadak dari tubrukan truk pick-up yang tergelincir dari arah berlawanan (Jakarta menuju Bandung). Pick-up yang isinya jagung tersebut entah kenapa bisa tergelincir dan terguling ke sebelah kiri. Alhamdulillah, Allah masih menyelamatkan kami dan seisi penumpang. Tapi saya kurang tahu dengan kondisi pengemudi truk pick-up yang membawa jagung tersebut.

Dari pengalaman mengerikan ini akhirnya terbawa hingga sekarang, khususnya kalau lewat daerah Ciloto. Rasa was-was dan takut selalu muncul tiba-tiba. Yah namanya juga trauma. Hehehe.

Belakangan saya mulai tahu kalau daerah Ciloto memang rawan kecelakaan. Beberapa kali kabar kecelakaan datang dari daerah Ciloto ini. Dan menurut warga setempat, kecelakaan sebelum hari ini sudah terjadi sekitar 2 bulan yang lalu. 

Dari pengamatan saya, kecelakaan yang sering terjadi di Ciloto ini diduga disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:
1. Turunan dan kelokan tajam
Faktor pertama yang menjadi penyebab yaitu banyaknya turunan yang disertai kelokan yang tajam. Seringkali terjadi kecelakaan karena supir atau pengendara tidak bisa mengendalikan kendaraan. Terlebih lagi jika rem kendaraannya blong, sudah sangat fatal akibatnya.
tikungan Ciloto (sumber detikCom)
2. Jalan yang berlubang
Di beberapa titik masih ditemukan jalanan yang berlubang, sehingga seringkali mengakibatkan pengendara hilang kendali. Atau niatnya menghindari malah yang terjadi berujung kecelakaan.
3. Sering turun hujan dan berkabut
Selain 2 faktor diatas, yang juga tak kalah penting yakni faktor cuaca. Yang mana ini sudah kehendak alam, yang diatur olehNya. Hujan yang sering turun memang tidak asing lagi untuk daerah Cianjur-Puncak-Bogor ini. Lalu kadang juga kondisi kabut yang bisa menutup jarak pandang. 
Menurut yang saya ketahui, kurang lebih 3 hal diatas yang sering menjadi penyebab sering terjadinya kecelakaan. Namun jika kita coba lihat lebih jauh, ada hal yang sangat penting yang seharusnya bisa dilakukan agar kecelakaan bisa diminimalisir. Yaitu faktor manusia (human error). Teori K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) menjelaskan bahwa kecelakaan disebabkan oleh 80% kesalahan manusia. Selebihnya 20% karena peralatan. Bahkan Departemen Energi Amerika menyatakan porsi kesalahan manusia bisa mencapai 90% di beberapa industri, sisanya karena peralatan.

Jika kita mau telusuri satu per satu, semua penyebabnya adalah karena manusia itu sendiri. Misalnya rem kendaraan blong, ini karena fungsi perawatan dan pemeliharaan serta pengecekan yang tidak dilakukan dengan teratur. Supir mengantuk, ini jelas karena si sopir tidak mengatur waktu istirahat, atau biasanya berganti-gantian (shift) seharusnya bisa membuat istirahat yang cukup bagi sopir.

Bahkan kondisi jalan yang berlubang, yang kesannya seperti diluar faktor kesalahan manusia secara langsung yang terkait kecelakaan, sebetulnya juga masuk kecalahan manusia dari sudut pejabat yang berwenang. Bahwa kondisi jalanan yang berlubang merupakan tanggung jawab Dinas Perhubungan.

Tentunya semua pihak harus melakukan evaluasi atas kejadian yang menimpa ini. Agar di kemudian hari tidak terjadi lagi peristiwa yang sangat memilukan. Dan hal terkecil yang bisa kita lakukan adalah menaati peraturan dan rambu-rambu lalu lintas yang ada. Melakukan perawatan dan pemeliharaan kendaraan bermotor secara berkala. Melengkapi surat-surat kendaraan bermotor dan membawanya saat bepergian kemanapun.

Semoga kita diberikan kesehatan dan keselamatan selalu. Jangan lupa yang pertama dan utama, berdoa kepada Allah SWT.

Dan mudah-mudahan mudik lebaran 1438 H kali ini kita semua selamat sampai tujuan. Juga semoga di tahun ini kondisinya minim kecelakaan, bahkan kita berdoa semoga tidak ada kecelakaan. Aamiin.
Share on Google Plus

About Muhamad Saefudin

Saya hanyalah seorang penikmat blog dan pembelajar kehidupan. Semoga pembelajaran kehidupanku bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat membaca dan belajar dari kehidupan.

0 comments:

//* Autolink *//