Dahsyatnya kemampuan mensyukuri nikmat

Semalam saya menyempatkan diri ikut pengajian di masjid sekitar rumah. Sudah lama juga gak ikut pengajian di sekitar rumah. Alasannya, selalu ada aja halangan, aah mungkin sayanya aja yang belum punya niat yang serius. Bukan ilmunya aja yang penting untuk dikaji, tapi kedekatan dengan warga lah yang mendorong saya untuk ikut duduk bersama barang sejam. Bagaimanapun juga, sebagai salah satu warga, harus belajar untuk hidup bermasyarakat dengan baik. Begitulah Islam mengajarkan pada kita. Agar seorang muslim memuliakan tetangganya, berbagi saat dapat rezeki lebih, saling membantu disaat membutuhkan, dan tolong menolong dalam urusan dunia maupun akhirat. Nabi-lah contoh teladannya.

Mumpung masih ingat, saya ingin berbagi di blog ini. Agar bisa diambil hikmahnya oleh para pembaca juga. Materi pengajian malam tadi adalah seputar syukur. Bahwa jika kita sebagai manusia, ketika bersyukur saat mendapat nikmat dari Allah, maka akan ditambah. Namun jika tidak bersyukur terhadap nikmat yang diberi, sesungguhnya azab Allah sangatlah pedih. Hal ini termaktub dalam QS. Ibrahim ayat 7.


Yang menarik dari penjelasan ustadznya, bahwa kalimat Allah itu sungguh luar biasa indahnya. Kalimat yang menunjukkan Maha Rahman dan Maha Rohim-Nya yaitu, bukan kalimatnya seperti ini, jika bersyukur akan ditambah, jika tidak bersyukur akan diazab. Tapi Allah hanya bilang, sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih. Hal ini pertanda seakan-akan Dia masih memberikan kesempatan pada manusia untuk memilih, mau bersyukur apa mau kufur nikmat. MasyaAllah.

Lalu ada hikmah yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim Al Jauziyah, berbunyi "Kemampuan mensyukuri nikmat itu lebih nikmat daripada nikmat itu sendiri". Jadi mampunya kita mensyukuri nikmat seteguk air itu lebih nikmat daripada airnya itu sendiri. Karena ia berkata, syukur itu berbuah pahala yang akan kekal hingga ke akhirat, sedangkan air-nya sendiri adalah fana, akan hilang.

Mampu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah seperti rumah, sepeda motor, dan materi lainnya lebih nikmat daripada bendanya itu sendiri. Subhanallah. Kalimat ini indah sekali. Memiliki makna yang sangat dalam.

Mungkin itu saja sharing saya tentang materi pengajian 2 pekanan di lingkungan rumah, semoga bermanfaat. Dan semoga bisa berbagi lagi beberapa hikmah yang lainnya. Semoga kita termasuk orang yang mampu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah pada kita. Aamiin.


Share on Google Plus

About Muhamad Saefudin

Saya hanyalah seorang penikmat blog dan pembelajar kehidupan. Semoga pembelajaran kehidupanku bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat membaca dan belajar dari kehidupan.

0 comments:

//* Autolink *//