Dilarang Merayakan Tahun Baru, Jika...

Teman-teman, sebentar lagi, dalam hitungan jam kalender Masehi, tahun 2015 akan berganti menjadi 2016. Sebentar lagi di rumah-rumah gak akan ada lagi kalender 2015. Salah satu kesalahan kecil yang akan ada adalah kesalahan mengeja angka tahun di awal-awal bulan, seperti undangan yang masih mencantumkan angka 2015, hehehe. Atau auto-reply email yang masih pakai tahun 2015. Setiap tahun kenapa yang satu ini nggak pernah hilang ya...Saya juga di awal-awal bulan di tiap tahun baru pasti suka lupa dengan tahun yang sudah ganti. Entah itu di sms, email, atau apapun itu. Hellow, apa itu yang namanya belum MOVE ON yak...jiah bukan lah ya.

Tapi, postingan saya ini kayaknya masih pakai tahun 2015 deh..hehehe. 

Ngomongin tahun baru 2015, eh tahun baru 2016, (jadi salah tuh kan...) kemarin sore saya keliling kota Samarinda, "JASO" alias jalan-jalan sore sama si cinta. Woow, sepanjang jalan di pusat kota Samarinda, di kiri-kanan jalan berjejer para penjual jagung. Widiih, ini dia yang biasanya jadi #trendingtopic di tiap tahun baru. Mr Corn...Jagung.

Salah satu momen yang banyak dilakukan untuk merayakan tahun baru yaitu bakar jagung [Baca: Budaya Bakar Jagung di Malam Tahun Baru]. Yupz, tepatnya di malam pergantian tahun baru. Ya, sah-sah aja sih, daripada bakar rumah orang, bakar rumah ibadah, bakar petasan, apalagi saling bakar-bakaran. Hadeuh, jangan deh.

Tapi sob, bagi beberapa orang, ini bagaikan lahan basah untuk menambah isi kantong yang mulai menipis diserang angin krisis. Itu sisi positifnya, momen pergantian tahun jadi sumber tambahan penghasilan bagi beberapa orang. Semoga berkah deh buat para emak-emak dan bapak-bapak yang jual jagung..Aamiin.

Tapi, saran saya DILARANG MERAYAKAN TAHU BARU....
sekali lagi DILARANG MERAYAKAN TAHUN BARU...

Dilarang merayakan tahun baru 2016, jika....
Tidak ada niat memperbaiki kesalahan tahun 2015
Tidak ingin berubah lebih baik dari tahun 2015
Tidak ingin menjadi pribadi yang lebih pemaaf daripada 2015
Tidak mau berbagi kebahagiaan pada 2016
Tidak ingin menabung pahala akhirat mulai tahun 2016
Tidak ingin berbakti pada orang tua mulai tahun 2016
Tidak ada niat untuk lebih rajin sholat mulai 2016
Tidak ada niat untuk sedekah lebih banyak di 2016
Tidak ada niat peduli dengan saudara-saudara yang membutuhkan
Tidak ingin berubah LEBIH BAIK di 2016
Tidak ingin berubah LEBIH BAIK di 2016
Tidak ingin berubah LEBIH BAIK di 2016
Tidak ingin berubah LEBIH BAIK di 2016
Tidak ingin berubah LEBIH BAIK di 2016
Tidak ingin berubah LEBIH BAIK di 2016
Tidak ingin berubah LEBIH BAIK di 2016
Tidak ingin berubah LEBIH BAIK di 2016
Tidak ingin berubah LEBIH BAIK di 2016
Tidak ingin berubah LEBIH BAIK di 2016
Tidak ingin berubah LEBIH BAIK di 2016
Tidak ingin berubah LEBIH BAIK di 2016

Yah, mungkin ini unek-unek saya, tiap tahun kita merayakan pergantian tahun, tapi kok kadang luput untuk mengevaluasi diri kita di tahun tersebut. Rasanya baru kemaren kita mengikuti malam pergantian tahun 2014 menjadi tahun 2015. So short banget ya,...udah mau 2016 aja. Hik..hik.hiks...Saya dan kita semua berharap semoga tahun 2016 LEBIH BAIK dari tahun 2015. Dan semoga segala wishlist atau resolusi 2016 bisa tercapai. Atau mungkin bahasa lainnya, kita bisa mengukur ketercapaian setiap harinya di tahun 2016. Karena pergantian tahun hanyalah pergantian hari yang diulang-ulang selama kurang lebih 365 kali.  

Selamat Tahun Baru 2016. 
The Last Post in 2015 (NB:kalau malam ini saya gak posting lagi untuk update status petasan yang jedar-jedor ngagetin pas nonton Alif Lam Mim on NET 23.00 WIB,hehehe)

Sampai ketemu di 2016 
          


Share on Google Plus

About Muhamad Saefudin

Saya hanyalah seorang penikmat blog dan pembelajar kehidupan. Semoga pembelajaran kehidupanku bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat membaca dan belajar dari kehidupan.

2 comments:

ninda said...

saya nggak merayakan tahun baru tapi suka liburannya :D

Muhamad Saefudin said...

kalau liburannya, saya juga suka mba Ninda, hehehe.apalagi kalau lebih lama liburnya...:D

//* Autolink *//