Ternyata banyak "Zaskia Gotik-Zaskia Gotik" lainnya di sekitar kita

Sebelum saya membuat tulisan ini, ada beberapa kejadian yang bikin "geli", sekaligus miris melihat kondisi wawasan kebangsaan anak-anak remaja sekarang ini. Atau sebut saja pemuda.
pancasila
sumber : wikimedia

Ceritanya begini.

Setiap pekan, ada kegiatan Character Building berupa Grup Diskusi untuk siswa-siswa binaan CSR Coop Trakindo di SMK yang saya pegang. Namun ada 1 siswa yang tidak hadir tanpa keterangan, padahal sudah dikasih tahu untuk hadir di Grup Diskusi pekanan. Sebut saja namanya XYZ.

Karena tidak hadir, hari ini dia dipanggil untuk diberikan konseling. Ditemani dua orang temannya, sebut saja A dan B. Saya ikut mendampingi bersama salah seorang guru. Beliau awalnya tanya.

#TAKE 1
Guru  : "Siapa pencipta lagu Indonesia Raya?"
XYZ  : "W.R. Soepratman pak!"
Guru  : "W.R itu singkatan dari apa?"
A       : " 'Warung' mungkin Pak (nada bercanda)"
Guru  : "Nah, mungkin kamu bisa bilang warung XYZ, kalau nggak tahu. Wah, ini jangan-jangan keluarganya Zaskia Gotik."
XYZ  : (diam saja)

#TAKE 2
Guru  : "Kamu, coba nyanyikan lagu Garuda Pancasila!"
XYZ  : (Mulai bernyanyi. namun di bait akhirnya ada yang salah. Pribadi bangsaku, ayo maju maju, ayo maju maju, ayo maju terus...!
Saya dan Guru tertawa terpingkal-pingkal, dari awal sudah betul lirik yang dinyanyikan, eeh di akhirnya malah ngawur lagi...

Kejadian ini membuat miris, sungguh. Kondisi remaja saat ini sudah jauh dari peduli dengan pengetahuan kebangsaaan. Padahal masih seputar hal-hal yang mendasar, seperti bunyi Pancasila, lambang Pancasila, dan lagu wajib nasional.

Mungkin kalau dulu pada masa Presiden Soeharto, karena menteri-menterinya tidak banyak berubah, sehingga nama-nama menteri saja hampir semua anak hapal saat itu. Namun sekarang jangankan nama menteri, pencipta lagu Indonesia Raya saja masih banyak yang tidak tahu. Lebih parahnya mungkin, TIDAK PEDULI. Hmmm.

Maka tak heran jika di televisi swasta pernah ada kejadian, seorang anggota dewan tidak hapal bunyi Pancasila, hadeeeeuh, paraah. 

Simpel saja pertanyaannya, bagaimana mau memajukan dan mengisi kemerdekaan negara Indonesia, jika wawasan kebangsaaan saja tidak dipedulikan? Tidak perlu muluk-muluk hapal undang-undang, Pancasila saja masih belum paham. 

Mungkin ini bisa dijadikan pelajaran untuk daerah lain dan di tingkat nasional, bahwa pendidikan tentang pancasila dan kebangsaan masih perlu ditingkatkan. Khususnya di tingkat SD, SMP, maupun SMA/SMK. 



 
Share on Google Plus

About Muhamad Saefudin

Saya hanyalah seorang penikmat blog dan pembelajar kehidupan. Semoga pembelajaran kehidupanku bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat membaca dan belajar dari kehidupan.

0 comments:

//* Autolink *//