Hidup untuk mati atau Hidup untuk hidup ???!!

Hidup untuk mati ???!!!
Atau Mati untuk hidup???!!!

Mungkin banyak orang beranggapan bahwa persoalan hidup adalah persoalan bertahan hidup;makan;  bersenang-senang; mencari sesuap nasi; tidur; itu dan itu-itu saja.

Ada juga sebagian orang yang menganggap bahwa hidup ini untuk kesuksesan. Sukses yang dinilai secara materi. Banyak harta, banyak uang, mobil melimpah, rumah 1 milyar, segala keinginannya terpenuhi, dan semacamnya.

Tetapi ada juga sebagian orang yang memikirkan hidup ini sebagai proses yang sangat sebentar untuk memperoleh hidup yang sesungguhnya dalam waktu yang kekal abadi (akhirat). Serta, mereka berbuat bukan hanya untuk dirinya, tetapi mengajak orang-orang untuk bersama-sama memasuki surgaNya dengan berdakwah. Golongan orang ini mempunyai visi hidup yang sangat panjang, karena mereka berusaha mempersiapkan kehidupan yang jauh lebih panjang dan tak akan pernah berakhir. Kehidupan yang di dalamnya hanya satu pilihan terbaik yaitu kenikmatan surga. Merekalah orang-orang yang beriman. Mengapa orang beriman?

Orang-orang yang beriman menggunakan waktunya di dunia bukan untuk persoalan makan, harta, bersenang-senang, dan semacamnya. Tetapi, mereka mengejar kehidupan yang kekal abadi, yaitu kehidupan akhirat, tetapi bukan berarti melupakan dunia. Hal ini sudah Allah jelaskan dalam sebuat ayat dalam Al-Quranul Karim, yang petikan ayatnya sebagai berikut:
" Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi...(Al-Qashash: 77)
Dalam ayat tersebut, dengan sangat gamblang Allah menyuruh manusia untuk mencari kebahagiaan akhirat, dengan tidak melupakan bagiannya di dunia. Allah tidak pernah menyuruh manusia untuk mencari kebahagiaan dunia, dan jangan lupakan akhirat. Tetapi Allah menyuruh kita untuk mencari kebahagiaan yang sangat kekal, sangat lama, yaitu kehidupan akhirat; surga. Sungguh ayat ini merupakan ayat yang sangat indah untuk dimaknai. Apabila kita mampu memaknai ayat tersebut dengan sepenuh hati dan iman, maka insyaAllah segala sesuatu yang menjadi aktivitas kita sehari-hari tidak akan pernah melenceng dari tujuan diciptakannya kita sebagai manusia di dunia.

So, mari berprinsip bahwa hidup ini untuk hidup, bukan hidup untuk mati-yakni mati dari memperoleh kebahagiaan akhirat-di neraka. Tetapi hidup untuk hidup yakni hidup di surganya Allah SWT.

Salam semangat untuk hidup yang lebih hidup!

Share on Google Plus

About Muhamad Saefudin

Saya hanyalah seorang penikmat blog dan pembelajar kehidupan. Semoga pembelajaran kehidupanku bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat membaca dan belajar dari kehidupan.

0 comments:

//* Autolink *//