Ideologi


Ideologi adalah sistem kepercayaan atau tata nilai yang diperjuangkan dan dijabarkan secara sadar oelh para pemeluknya dalam totalitas kehidupan, terutama dalam jagad sosial-politik.Ideologi menjadi visi yang komprehensif dalam memandang sesuatu, yang difoemulasi secara sistemik dan ilmiah dari seseorang atau sekelompok orang mengenai tujuan yang akan dicapai dan segala metode pencapainnya. Ideologi berisi pemikiran dan konsep yang jelas mengenai Tuhan, manusia, dan alam semesta serta kehidupan, dan mampu diyakini menyelesaikan problematika kehidupan. Dalam konsep ini, maka tidak ada manusia yang dapat hidup tanpa ideologi. Manusia tanpa ideologi hanya akan mengejar kemajuan material, namun mengalami kehampaan dalam asoek emosional dan spiritual, sehingga teralienasi dan kehilangan identitasnya yang sejati, lalu mereka mengalami disorientasi dan kegersangan hidup. Ideologi menyediakan kejelasan arah bagi manusia, dorongan, pembenaran, dan dasar bagi aktivis untuk bergerak menggulirkan agenda dan aksi-aksinya. Karenanya, ideologi menyediakan elan vital, etos, dan bahkan militansi perjuangan. Semangat rela berkorban adalah refleksi keyakinan ideologis.
Jadi ideologi mengandung visi yang menyeluruh dalam memandang segala sesuatu dalam hidup ini insan yang berbahagia. Pada postingan sebelumnya saya menjelaskan bahwa visi merupakan gambaran keadaan atas sesuatu yang akan dicapai melalui aksi nyata yang kita lakukan. Berikutnya akan dijelaskan mengenai aksi nyata untuk menggapai visi, atau yang seringkali dikenal dengan sebutan misi. So, ideologi yang Anda punyai dan yakini sudahkah sesuai dengan tuntunan Tuhan Yang Mahakuasa? Karena segala persoalan kehidupan ini tidak lain merupakan ajang bagi insan semua untuk memperbaiki diri.
Dalam Al-Quran Surat Adz-Zariyat ayat 56 Allah berfirman,

” Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
Lalu dalam penggalan QS. Al-Baqarah : 30,
” Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi…”
Dalam kedua ayat Al-Quran tersebut sudah sangat jelas apa yang menjadi tujuan besar diciptakannya kita sebagai seorang manusia. Insan yang berbahagia, manusia diciptakan Allah agar kita berlomba-lomba dalam beribadah kepada-Nya, termasuk Allah telah menjadikan manusia sebagai khalifah fil ardh. Sehingga, mari kita bermuhasabah, sudah sejauh manakah ‘amalan kita dalam rangka mendekatkan diri pada-Nya. Berapa banyak waktu yang terlewatkan untuk mengingat-Nya? Seberapa detik yang terlewat untuk menyebut asma-Nya?


Astaghfirullah, kami memohon ampun Ya Allah atas segala khilaf dan dosa hamba-Mu ini wahai Tuhan Semesta Alam.
Kami masih jauh jika dikatakan sebagai khalifah, padahal ini merupakan amanah dari-Mu untuk memakmurkan bumi-Mu Ya Rabb.
Banyak diantara kami yang dengan semena-mena merusak alam hijau, menebang pepohonan sembarangan, berbuat kerusakan di darat maupun di laut, padahal Engkau sudah mengingatkan untuk tidak berbuat kerusakan.
Ampuni kami
Rahmati kami
Bimbinglah kami menuju jalan-Mu
Tempatkan kami di tempat yang Engkau ridhoi
Aaamiin
Share on Google Plus

About Muhamad Saefudin

Saya hanyalah seorang penikmat blog dan pembelajar kehidupan. Semoga pembelajaran kehidupanku bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat membaca dan belajar dari kehidupan.

0 comments:

//* Autolink *//