Preventive Maintenance dan Ibadah

Dunia hingga abad ke-21 ini telah mengalami perkembangan teknologi yang begitu pesat. Berbagai alat dan mesin telah diciptakan ditemukan oleh manusia dari zaman dulu hingga sekarang, dengan segala perkembangannya. Mungkin kita masih ingat dengan nama ilmuwan dan penemu seperti Galileo Galilei, Marconi, Alexander Graham Bell, Soiciro Honda, Wright bersaudara, Henry Ford, dan James Watt, bukan? Tentu juga dengan penemu-penemu hebat dunia lainnya. Tanpa mereka, kita mungkin sedang berada dalam kemunduran. Radio, televisi, sepeda motor, mobil, kereta api, pesawat terbang, dan seluruh karya manusia, bisa kita nikmati saat ini. Pekerjaan manusia sebagai pewaris bumi semakin terbantu oleh kecemerlangan para arsitek dan engineer yang telah mendesain alat dan mesin seperti yang ada sekarang ini. Dan perkembangan itu masih akan terus berlanjut hingga batas waktu yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta. Entah kapan, tak ada satu manusia pun yang tahu, kecuali Dia.

Manfaat yang bisa kita dapatkan dari semua karya teknologi modern sangat besar sekali. Bagaimana tidak, berbagai aktivitas sehari-hari kita tidak bisa terlepas dari teknologi. Seorang ibu rumah tangga akan membutuhkan setrika agar baju suami dan anak-anaknya bisa rapi. Lalu mesin cuci, kompor, lemari es, dan alat-alat rumah tangga lainnya, diperlukan dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Bagi seorang suami, berangkat mencari nafkah baik sebagai pekerja, pengusaha, guru dan sebagainya, akan memerlukan alat transportasi, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Seperti sepeda motor, mobil, bus, kereta api, pesawat terbang, kapal, dan lain-lain. Ketika di kantor membutuhkan telepon, komputer, pendingin ruangan, dan masih banyak lagi. Seorang anak pun sama, saat di sekolah membutuhkan berbagai alat dan teknologi untuk menunjang pembelajaran. Semua orang membutuhkan teknologi.

Tentang Alat Berat dan Preventive Maintenance
Selama kurang lebih tiga tahun ini, nama alat berat dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya sudah tidak asing lagi di telinga saya. Nama-nama unit alat berat seperti Excavator, Wheel Loader, Motor Grader, Skid Steer Loader, Backhoe Loader, Over Highway Truck (OHT) dan banyak unit alat berat lainnya, sudah jadi hal yang lazim. Saat masih kecil, banyak hal yang tidak diketahui, kecuali hanya satu "setum" dan "beko". "Setum" yang saya lihat di desa kala itu, beroperasi untuk menghancurkan dan meratakan batu kerikil pada permukaan jalan yang akan diaspal. "Beko" yang saya tahu waktu kecil, alat berat yang memiliki pengeruk berukuran cukup lebar sekitar 2 - 3 meter dan bisa naik turun otomatis. Pengeruk ini bisa memuat tanah atau kerikil, diangkat, lalu ditumpahkan ke tempat lain. Canggih, satu kata yang mewakili cara kerja mesin ini. 
preventive maintenance dan ibadah
Asphalt Compactor

Dan saat ini penyebutan kata "setum" dan "beko" bisa terkoreksi setelah saya mengikuti training Basic Technical for Technician di Training Center PT Trakindo Utama, Cileungsi, Bogor. "Setum" yang dimaksud bernama Compactor atau Asphalt Compactor, berfungsi memadatkan konstruksi sebuah jalan. Dan Backhoe Loader nama untuk "beko" yang sering disebut waktu kecil. Dari ejaannya agak sedikit mirip antara "backhoe" dengan "beko". Belakangan, makin jelas kenapa dikasih nama Backhoe Loader, karena ada semacam "hoe" (bahasa Indonesia: pacul) dibagian belakang, sedangkan di bagian depannya ada bucket untuk memuat, seperti miliknya Excavator). 

Untuk diketahui, semua unit alat berat memiliki fungsi utamanya masing-masing. Sehingga jika suatu unit tidak dioperasikan sesuai dengan petunjuk penggunaan dan fungsinya, maka akan berjalan tidak optimal. Dan sama seperti produk otomotif lainnya -mobil dan sepeda motor- alat berat juga memerlukan perawatan berkala. Mungkin kita sangat mengenal istilah service reguler. Motor yang baru harus diservice saat sudah mencapai 500 km, setelahnya setiap kelipatan 4000 km harus diservice. Mobil pun demikian, ada aturan untuk perawatan.

Dalam dunia alat berat, perawatan berkala dikenal dengan istilah Preventive Maintenance (PM). Tujuannya tidak jauh beda sebagaimana pada sepeda motor atau mobil. Perbedaannya terletak pada batasan waktunya, jika pada sepeda motor atau mobil menggunakan batasan besaran km (jarak tempuh), maka pada alat berat menggunakan hitungan jam (hours). Ukuran ini diambil karena sebuah unit alat berat dihitung produktivitasnya berdasarkan jam. Sebagai contoh, Excavator harus mampu memuat sekian ton per jam ke atas dump body milik OHT. Oleh karena itu, kondisi suatu unit alat berat sangat penting untuk diperhatikan, karena jika tidak, operasinya tidak akan berjalan optimal. Contohnya jika terjadi kebocoran pada saluran hidrolik, performanya akan menjadi turun, sehingga jika kapasitas kerja normal bisa mencapai 100 ton/jam, akibatnya bisa menurun menjadi 85 ton/jam. Secara langsung, dampak yang timbul adalah unit tidak akan beroperasi maksimal. Lalu secara tidal langsung akan berdampak sangat besar terhadap keuangan, bisa timbul biaya yang tidak efisien. Bahkan bisa menyebabkan kerugian. Biaya yang dikeluarkan untuk unit alat berat lebih besar dibandingkan pendapatan yang dihasilkan. Oleh karena itu, PM pada sebuah unit alat berat sangat penting.

Seperti halnya pada motor, PM unit alat berat bertahap jenjangnya, ada PM Daily, PM 50 jam, PM 250 jam, PM 1000, PM 5000, PM 25.0000, dan seterusnya. Pekerjaan yang dilakukan berbeda-beda pada jenjang PM masing-masing. Treatment yang dikerjakan pada PM 50 berbeda dengan PM Daily, namun pekerjaan PM Daily akan dikerjakan pada PM diatasnya. Pada PM 250 include pekerjaan PM daily dan PM 50. Begitu dan seterusnya.

Kalau kita mencoba untuk merenungi dan mereflesikannya pada diri kita sekarang, maka akan didapatkan sebuah pelajaran yang sangat besar dan sangat berharga. Sebagai manusia, kita telah diberikan satu ciri yang khas yaitu tempatnya salah. Tidak ada yang selalu benar, juga selalu salah. Iman kita naik dan turun. Saat iman kita naik, bisa melebihi malaikat dan saat turun mungkin bisa lebih buruk daripada hewan. Maka, kita pun memerlukan Preventive Maintenance. Agar fungsi-fungsi organ pada tubuh kita bisa berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Sekali lagi, manusia dan jin tercipta ditujukan untuk ibadah pada-Nya. Dan juga ditugasi sebagai pemimpin dan pewaris bumi. Khalifah fil ardh.

Lalu apa instrumen untuk PM manusia? Tak lain dan tak bukan, yaitu ibadah. Banyak hal yang harus kita service pada diri kita. Saat hati kita kotor, service-lah dengan istighfar dan baca Al-Quran. Saat pikiran tidak tenang, gelisah, galau, dan bimbang, ambil air wudlu dan sholat Tahajjud. Saat rezeki terasa seret dan serasa habis terus entah kemana, bersedekah dan sholat Dhuha untuk servicenya. Jika sedang dihadang kesulitan sholatlah (sholat Hajat).

Bahkan, dalam sehari semalam kita sudah disediakan service reguler untuk merekonstruksi pikiran dan tujuan hidup kita yaitu sholat lima waktu. Karena dalam sholat mengandung banyak hal terkait keberadaan seorang muslim di dunia. Bacaan doa Iftitah contohnya, kalimat innasholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil 'alamin memiliki makna yang sangat dalam tentang penyerahan diri kepada Allah. Bahwa sholat kita, ibadah kita, hidup kita, dan mati kita hanya untuk Allah Tuhan Semesta Alam. Jika dimaknai dengan iman, seluruh aktivitas kita di dunia tentu akan selalu dijaga agar tidak bertentangan dengan kehendak-Nya. Hidup dan mati kita karena-Nya.

Selain sholat lima waktu, disediakan juga fasilitas service tambahan yaitu sholat Tahajjud di sepertiga malam.

"Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ke tempat yang terpuji". (QS Al-Isra: 79)

Bahkan dikatakan dalam sebuah hadits shahih, Allah lebih dekat dengan hamba-Nya pada waktu itu, sehingga ketika kita meminta apapun akan dikabulkan oleh-Nya.

Dari Jabir r.a., ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” (HR Muslim dan Ahmad)

Belum lagi dengan beberapa ibadah yang lainnya seperti zakat yang berfungsi untuk pembersihan diri dan jiwa. Puasa untuk menahan hawa nafsu. Haji sebagai bukti ketaatan pada perintah-Nya. Dan ibadah-ibadah lainnya yang akan memperbaiki diri kita dari hari ke hari. Pertanyaannya sekarang adalah maukah kita menyempatkan diri untuk melakukan "preventive maintenance" diri yang setiap hari terus dipenuhi "contaminant" ?
Share on Google Plus

About Muhamad Saefudin

Saya hanyalah seorang penikmat blog dan pembelajar kehidupan. Semoga pembelajaran kehidupanku bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat membaca dan belajar dari kehidupan.

0 comments:

//* Autolink *//