Celoteh Pagi #2

Obrolan semalam di grup WhatsApp mengenai kerjaan. Ngalor-ngidul. Sambil cerita-cerita kondisi masing-masing. Tiba-tiba ada yang berujar begini,

"Saat kita bekerja harus memberikan yang terbaik, karena memang seharusnya begitu. Dan saat kita melakukan sebuah kesalahan, maka saat itulah kita dinilai"

Hmmm. Dalam hati, "iya juga ya, kadang kejadiannya seperti itu". Tapi ada sesuatu yang menarik bagi saya.

Saya memaknai kalimat diatas begini, kalau kita melakukan setiap aktivitas dalam bekerja, memang sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab moral, untuk melakukan dengan sebaik-baiknya. Demi hasil terbaik dan demi kemajuan perusahaan. Tapi saat kita memberikan yang terbaik dan tidak diberikan penilaian atau kata lainnya diberikan reward (tidak selalu identik dengan materi), maka akan menjadi ketidakseimbangan atau ketidakadilan pada saat seorang karyawan melakukan sebuah kesalahan, dimana saat dia melakukan kesalahan, pada titik itulah dia dilihat dan dinilai. Bahwa dia melakukan kesalahan dan harus memperbaiki kesalahan tersebut, memang seharusnya begitu. Namun yang menjadi celakanya adalah saat dia melakukan kesalah dan kemudian dijadikan penilaian keseluruhan dari apa yang telah dia kerjakan selama itu, maka menjadi tidak fair.

Menurut saya pribadi, saat seseorang dinilai salah, dia memang harus dituntut untuk memperbaiki kesalahan tersebut dan diingatkan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari. Dan catatan tambahannya, berkaitan dengan tulisan diatas yakni tidak dinilai sebagai representasi keseuluruhan pribadi dia selama dia bekerja hingga waktu dimana dia berbuat suatu kesalahan. Tapi itu sebagai catatan yang pernah dia lakukan selama bekerja agar dijadikan sebuah pembelajaran, baik bagi perusahaan maupun bagi individu yang bersangkutan.


Salam cinta penuh semangat,




- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  - - - - - -  -
Baca:
Celoteh Pagi #3
Celoteh Pagi #4 
Share on Google Plus

About Muhamad Saefudin

Saya hanyalah seorang penikmat blog dan pembelajar kehidupan. Semoga pembelajaran kehidupanku bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat membaca dan belajar dari kehidupan.

0 comments:

//* Autolink *//